English Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese French German Dutch

Jumat, November 13, 2009

PURA DI BALI TERNYATA TEMPAT LELUHUR

i-om

PURA DURGA KUTRI, Pada awalnya Orang membayangkan Pura yang seram menurut Orang Bali, Sebab Durga diasiosasikan Dewi Kematian dan disebut pula selalu berkaitan dengan Prajapati. Lain lagi Ketika Raja Majapahit Sri Wilatikta Brahmaraja XI berkunjung dan Membawa Pratima Tri Bhuwana Tungga Dewi dan Pratima Durga Tangan Seribu yang Cantik Jelita, dan Tapel Gajah Mada 11-11-2009 yang lalu. Ternyata Pura Durga Kutri Adalah Parahiyangan Dewi Mahendradata, memang sangat Sulit menjelaskan di Tingkat Internasional Adat Manivestasi, Sebab Dewi Durga jelas Istri Bhatara Siwa yang bernama Siwa Parwati / Dewi Uma / Dewi Durga 3 nama 1 Orang. Dan Durga juga Ibu dari Ganesa ini Pandangan Internasional {Sri Wilatikta Brahmaraja XI meresmikan Ganesa Tertinggi di Dunia 2006 Beliau Pidato Manivestasi Bung Karno}, Sedang Bali dan China memang Unik, Yaitu Percaya Reinkarnasi dan Manivestasi, Hal ini sekarang sudah tidak berani Orang terlalu menjelaskan ini, Karena selama Orde Baru 1965- ?




Ketika Terjadi Penumpasan Besar besaran Orang yang bukan Islam, Bahkan Banyak Mangku Sakti di Bali pun di Bunuh dengan cap Komunis / PKI / Tidak Ber Tuhan, maka Cerita Manivestasi pun hilang didukung di Larangnya adat Budaya agama China yang nota bene tidak bisa dipisahkan dengan adat Lokal Kepercayaan Jawa dan di Bali khususnya dan Majapahit Umumnya. dan akhirnya sejak Penumpasan Yang bukan Islam 1965-1966 Terjadilah Perbahan Besar-Besaran Adat Majapahit yang lestari di Bali, dimana Orang mulai mengenalkan Sang Hyang Widi Wasya / Tuhan Yang Maha Esa / Allah yang Maha Satu/ Satu Allah, mirip dengan Islam. Hingga Terciptalah Pura Hindu Satu Tuhan yaitu Pura [Pure] dengan Pemujaan Sang Hyang Widi Wasya dengan hanya Padmasana satu, Sebenarnya ini hanya untuk di Jawa, agar ada Hindu sebab di Jawa selama 500 tahun sejak di Tumpas nya Majapahit oleh Islam Wali Songo, Orang sudah tidak kenal Mrajan / Sanggah / Tempat Leluhur karena Orang Islam mati di KUBUR tidak dibakar.dan Islam Muja  1 Allah tidak boleh ada Leluhur, Nabi Muhammad saja tidak boleh di Puja, Jadi Orang Yang beragama Hindu seperti dari Bali karena dirumah Tidak Boleh membikin Tempat Ibadah maka bisa berkumpul di Pura [Pure] Hindu Hyang Widi Wasya tadi. Kenapa di Rumah tidak boleh ada tempat Ibadah kecuali Islam ? Karena Apapun yang berbau RITUAL yang bertentangan dengan Islam harus Ijin, dan Ijin juga tidak di Turunkan Nekat ya HANCUR, Contoh Orang Kristen ber Doa / Ngimpul di  RUKO maka datang Habib dan kelompoknya menghancurkan dikatakan "Rumah kok untuk Ibadah? " [TV]


Demikian pula Orang bikin Mrajan juga akan di HANCUR kan karena di Tuduh membuat tempat Ibadah Hindu, jadi inilah Kepandaian Islam yang punaya Mentri Agama dan MUI yang bisa menyesatkan dan setelah keluar Fatwa Sesat maka Bupati Yang Islam pun memerintah Kapolres yang juga islam Menangakap Orang Yang di Sesatkan Contoh Ustad Roi, Sadek, Lia, Kepercayaan Hindu Budha, Injil Torat dan Jabur, Siti Jenar dll [TV] Jadi Inilah Kepandaian Islam dan maap disebut Islam karena Habib yang menghancurkan Ruko Kristen, Achmadiah, Kampus Kristen dan Gereja, Kerukunan Umat di Monas dll dsb dst Adalah ATAS NAMA ISLAM, jadi yang tidak merasa Melakukan ya jangan ikut MARAH.

Demikian Pandainya Kelompok Islam ini bahkan di dukung Pemerintah atau Pemerintah Takut masih perlu pengkajian Bangsa lebih lanjut. Demikianlah Tempat Leluhur atau Pura [Pure] pun dianggap tempat Ibadah yang harus Ijin Tapi tidak Mungkin di Ijinkan, Contoh Gereja saja tidak di Ijinkan, apalagi Pura [Pure] ? dulu bisa Pura di Wilayah MILITER, contoh Pura Jagadnata di Perak Surabaya komlek TNI AL, Pura Cimahi komlek RPKAD / KOBANGDIKLAT, atau di Gunung Yang HO nya mudah ijin sekitar Wong Samar, Gendruwo, Ular, Macan dll, sekitar nya tidak ada Rumah Orang Islam kalau ada jangan mimpi diijinkan, contoh Mandara Giri Gunung Semeru, Gunung Salak, dan Tempat yang penduduknya dan Aparatnya Pancasila bener, Inipun Ijinnya masih sangat Panjang bisa dihancurkan Pasukan Luar. Pura Hindu Tuhan Yang Maha Esa / Hyang Widi Wasya juga di Bali dibuat sebagai Simbol Pura [Pure Hidu] sebab kalau memakai Pura Lama akan terkesan Bukan Tuhan Yang Maha Esa, sampai di Jawa pun Kepecayaan Kepercayaan seperti Wisnu Buda, Siti Jenar, Saptodarmo Sri Gautama, dll itupun dulu dinaungi HIMPUNAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, dan bila semua percaya Tuhan yang satu berarti Islam, lalu dikembalikan mereka ini ke AGAMA pokoknya suru milih Agama yang ada tapi jelas ke Islam, kalau sudah mau masuk Islam ini Jebakan untuk di Hancurkan karena harus melaksanakan Sariat Islam. Terbukti di Sesatkan MUI dan harus berhadapan HUKUM.


Inilah hebat nya Islam bisa Surut Menumpas Aliran Agama Kepercayaan apapun Contoh di Timur Tengah Islam Menumpas Kristen Jesus yang 600 Tahun lebih Tua, di Indonesia Menumpas Kepercayaan yang Jutaan Tahun contoh Pemujaan Leluhur /Roh Anymisme / Dinamysme  5000 SM/ Majapahit 1350 / Achmadiah 1925/ Siti Jenar 1478 dll dsb dst. Kembali ke Leluhur Pura Durga Kutri Yang Manivestasi MAHENDRADATA jadi jelas Mahendradata adalah IBUNDA Prabu AIRLANGGA raja Jawa Bali, Dan Semua Pura Lama Peninggalan Majapahit adalah Pemujaan Leluhur sepert Besakih  Pemujaan Reshi Markandya, Empu Gandring, Arya Kenceng, Brahmaraja Wisesa dan Permaisurinya Ratu Mas, Penyarikan dll bahkan Raja Majapahit pun dimanivestasikan Dewa Siwa dan Buda, Raja yang hidup juga Bhatara Wisnu inilah yang Aneh Tapi Nyata dan Sulit di Terima Agama Hindu [Kalau ada] di DUNIA, tapi sebalik nya ini pun punya Daya Tarik tersendiri dan Dunia pun Kagum akan ke Unikan ini. Seperti Orang India Maha Reshi MOHAN, Beliau Kerauhan Bhatara Wisnu di Pura Majapahit  Trowulan dan Beliau Percaya, Padahal Wisnu tidak mungkin bisa turun secara Kerauhan di India [ Kristen Alvatarz dari USU pun anti Kerauhan]


Bahkan Maha Reshi Mohan malah Sering Ke Pura Majapahit Trowulan Mengadakan Agni Horta, dan banyak Relasinya akhirnya ke Pura Majapahit jadi jangan Heran kok Orang India banyak ke Pura Majapahit Trowulan, karena Bhatara Wisnu jelas ada bila Kerauhan dan Dialog nya masuk Akal. Juga 11-11 di Pura Durga Kutri ada Kerauhan, membuktikan Leluhur ada, Hingga Brahmaraja XI dalam Pidatonya mengatakan Bahwa Kalau Pura Leluhur Pasti Beliau Ada di tempat Karena Memang Rumah Beliau, dan Buktinya ada Kerauhan untuk membuktikan Belaiu ADA, Lha kalu Pura Hyang Widi / Tuhan jelas tidak ada Kerauhan karena Tuhan kan Alam Semesta Beliau lagi ngatur Planet agar tidak saling bertabrakan dan hal ini debenarkan pula Oleh REKTOR UNIVERSITAS MAHENDRADATA yaitu Pemuda Terpandai di Dunia, DOKTOR dan REKTOR termuda di DUNIA [26 tahun] namanya Gusti Arya Wesakarna Suyasaputra III Trah Tegeh Kori yang pada 1-1-2009 dilantik Raja Majapahit Sri Wilatikta Brahmaraja XI sebagai Raja Negara Bali didepan Pelinggih Brahmaraja Wisesa dan Ratu Mas yang Pratima Ratu Mas kebetulan ikut dan di Linggihkan di PELINGGIH beliau untuk Pertama kalinya sejak Pelinggih dibuat 666 tahun silam, Dan yang punya Gawe Acara Tahun Baru 2009 inipun ya Arya Wedakarna, tapi mengundang Ganesa Dewa Tersakti dan Terpandai untuk di Upacarai di Panataran Agung Pura Besakih,

Tapi Sri Wilatikta Brahmaraja XI mengikutkan Pratima Ratu Mas Permaisuri Brahmaraja Wisesa / Sri Wilatikta Brahmaraja I agar bisa Melingguh di Pelinggih nya di Bali sedang Pelinggihnya di Jawa Ditutup dilarang mengadakan Ritual dan Kegiatan dalam bentuk apapun oleh Islam melalui Muspika. Jadi Pura Tempat Leluhur, dan Islam Pintar semua Tempat leluhur di Hancurkan dan Pemujaan Leluhur dilarang, Kenapa ? Kalau Leluhur bisa Melindungi Keturunannya sesuai Kitab Negarakertagama "Ibu Paramitha Raja Patni memberikan KEJAYAAN kepada Sang Prabu Narendra Utama selama bulan dan surya bersinar" Contoh Bali makmur tidak ada jadi Budak mati di Arab karena selalu Memuja Leluhur tidak putus 1000 tahun di Pura Durga Kutri, dan Leluhur selalu berada di Tempat contoh Kerauhan di Pura Majapahit Trowulan " Meme dini jani di MERU, di PADMASANA bhatara Pitulas [17] Bhatara Turun Kabeh" ini sekedar contoh Mangkanya Islam sangat Pandai dan sangat Tahu cara menghancurkan kita, Kalau Hyang widi / Tuhan / Allah Isalm tidak takut sebab tahu tidak Bisa Turun Menolong karena terlalu Maha Alam Semesta, cotoh Menghancurkan Tempat Allah Masjit Achmadiah, dan Masjit yang tak sealiran, Menghancurkan Gereja Gereja juga tempat Allah, Dulu Menghancurkan Candi , Punden, Tempat Keramat Habib tidak perlu Turun, tapi memakai Orang Jawa Keturunan Yang di Hancurkan, Ya yang Kwalat / kena Tulah yang menghancurkan bukan Habib nya buktinya Orang banyak sengsara yang melupakan leluhur seperti Jadi Bangsa Budak, kerja ke Arab pulang Mati, Hidup Susah makan nasi Aking, Alam yang ditempati Marah Banjir, Gempa, Angin besar dll dst dsb.


Ketika Brahmaraja XI Mengunjungi Pura Durga Kutri bertemu Cokorda Raja Klungkung yang mengatakan Baru Pertama Kali nya ke Pura Durga Kutri dan mengatakan Tidak ada Kaitan dengan Pura ini, ini Benar sekali sebab sejak 1965 sudah dirubah Pola berpikir, Hindu Adalah Padma satu Tuhan Yang Maha Esa, Tapi namanya Cokorda Beliau pasti Punya Marajan Agung dan hanya untuk Keluarga saja, Jadi Tidak ada Mahendradata nya, Karena Mahendradata  tidak ada dalam Mrajan Majapahit Bali yang baru datang 1340 dan Mahendradata 1000 tahun lalu jauh sebelum Majapahit, Jadi inilah Penjelasan bahwa Pura[Pure] Kahyangan / Parahiyangan adalah Tempat Leluhur Pura Majapahit Trowulan di Dalam Puri Surya Majapahit adalah Tempat Leluhur dan ini Islam mengerti lalu di tuduh Tempat Ibadah Hindu, di Serbu, di BOM dan apapun karena Brahmaraja / Hyang Suryo berusaha Ilmiah / Sekala melindungi dengan berbagai kiat, dan Niskala pun Jalan, Camat yang nutup Tewas, Yang Nge Bom disambar Petir dll [Team Pakar leluhur Universitas mahendradata]  Bali 14-11-2009

Ungkap Kenyataan © 2010 Brahmaraja XI | Majapahit Kingdom